TINJAUAN TERHADAP TEORI KENOSIS MENURUT FILIPI 2:6-8 DAN PERMASALAHANNYA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

sarce sa'dan

Abstract

Kenosis sering menjadi bahan perdebatan para ahli teologi. Namun fakta Alkitab menyatakan bahwa Dia tidak pernah menganggap kemuliaan, yaitu rupa Allah sebagai sesuatu yang berharga yang harus dipertahankan sampai mengingkari. "mengosongkan". Ekenosen dalam ayat ini merupakan kata kerja orang ketiga tunggal yang berbentuk indikatif aorist aktif. Yang merujuk kepada kata, kosong. Dalam kenosis-Nya, Ia menjadi sama seperti manusia, Dia menjadi sama seperti manusia. Ungkapan ini menekankan kemiripan yang Dia miliki dengan semua manusia, tetapi tidak menuntut kecocokan sempurna dengan setiap manusia. 

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. Berkhof, Louis. Systematic Theology. Grand Rapids: Eerdmans, 1938.
  2. Bowman Jr, Robert M. dan Komoszewski, J. Ed. Menempatkan Yesus di Takhta-Nya. Malang: Literatur SAAT, 2015.
  3. Brown, David. Divine Humanity: Kenosis and The Construction of Christian Theology. Waco: Baylor University Press, 2011).
  4. Crisp, Oliver D. Divinity and Humanity. Cambridge: Cambridge University Press, 2007.
  5. Forsyth, P. T. The Divine Self-Emptying; The Person and Place of Jesus Christ. Boston: Pilgrim, 1909.
  6. Hansen, G. W. The Letter to The Philippians. Grand Rapids: Eerdmans, 2009.
  7. Mulia, Hendra G. “Sejarah dan Tinjauan Kritis Terhadap Teori Kenosis,” Junral Pelita Zaman 7 no. 1 (Mei 1992): 82-92.
  8. Williams, David T. “Kenosis and the Nature of the Persons in the
  9. Trinity.” Koers (Bulletin for Christian Scholarship 69, no. 4 (July 2004): 623-640.
  10. Wellum, Stephen J. God the Son Incarnate. Illinois: Crossway, 2016